SEJARAH DESA SRIPENDOWO
SEJARAH SINGKAT DESA SRIPENDOWO
Desa Sripendowo awalnya adalah Dua buah dusun yaitu :
Dusun Cuguk Asal Kata Gucui, Sebuah kata Sandi Atau isarat yang digunakan para penebang (para perintis) untuk mengusir para penghuni hutan termasuk manusia pedalaman setelah tercipta sebuah dusun dengan sebutan cuguk untuk mempermudah pengucapan Dan Dusun Badran kata lain dari Bodro yang berarti berdikari Kedua Dusun tersebut Merupakan bagian dari Desa Sribhawono Dengan sebutan Sribhawono Barat.
Pada tanggal 6 Juni 1955 Mulailah membentuk sketsa wilayah yang dipimpin oleh :
1. Bapak Brahim (Saudara ipar bapak Ma’il)
Selaku ketua rombongan
pertama yang beranggotakan 15 orang
2. Bapak Sukirno
Selaku ketua rombongan ke Dua
yang beranggotakan 28 orang
3. Bapak Sunhadi
Selaku ketua rombongan ke tiga yang beranggotakan 12 orang
Kemudian melalui Musyawarah mufakat dari rombongan tersebut terbentuk wakil wakil sebagai berikut :
Ketua Umum : Bapak Sunhadi
- Wakil Ketua :
Bapak Sukirno (merangkap ketua Seksi)
- Sekretaris : Bapak Atmo Jaidi
- Bendaharan :
Bapak Mashuri (Merangkap sebagai kaum)
- Ketua Seksi II : Bapak Asnawi
- Pencetak Sketsa :
Bapak Suparto
- Kepala Keamanan : Bapak Mariman
Dan sebagai kepala Regu :
Bapak Harjo lami
- Bapak Wasi
- Bapak Parno
- Bapak Madusin
- Bapak Muhadi
- Bapak Maridi ( dari Dusun Badran )
Setelah terbentuknya kepengurusan maka dimulailah penentuan letak strategis untuk sarana Bangunan Desa, Sarana Olah Raga (Lapangan) Sarana peribadatan (Wakaf) dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pada tahun 1957 Desa Sribhawono telah diakui oleh pemerintah dan dipimpin oleh Kepala Kampung termasuk didalamnya Adalah Dusun Cugu dan Badran bagian Sribhawono Barat yang menjadi bagian wilayah desa Sribhawono, maka organisasi yang ada di hapus kemudian diwilayah dusun Cugu dan Badran di tunjuk Seorang Wakil Kepala Kampung yang disebut Kami Tuo. Untuk wilayah Dusun Cugu dan Badran di pimpin oleh bapak Rusdi selaku Kami Tuo Pertama.
Hari berganti bulan, Bulan berganti tahun maka pada tanggal 04 Pebruari 1987, Dusun Cugu dan Badran di jadikan satu menjadi Sebuah Desa yaitu Desa Sripendowo asal kata dari Sri dan pendowo Sri yang berarti Padi yang melambangkan kemakmuran sementara Pendowo yang melambangkan Kesatria jadi Sripendowo bisa diartikan Satria Kemakmuran
Awalnya desa Sripendowo Dusun Cugu dan Badran berbatasan :
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Bandar Agung
Dan Ex. Majapahit
Sebelah Timur : Berbatasan dengan Desa Sribhawono
(Sebagai Pusat Pemerintahan)
Sebelah Utara : Berbatasan dengan Desa Sadar
Sriwijaya
Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Desa Wana
Setelah Definitif Maka batas batas sebagai berikut :
Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Bandar Agung
Sebelah Timur :
Berbatasan dengan Desa Sribhawono dan Srimenanti
Sebelah Utara : Berbatasan
dengan Desa Sadar Sriwijaya
Sebelah Selatan :
Berbatasan dengan Desa Waringin Jaya, Sribhawono
Kepala Desa yang pernah menjabat dari Desa Persiapan sampai dengan
menjadi Desa Defenitif antara lain :
1. Bapak Soegiarto
2. Bapak Hadi Sukirwan
3. Bapak Sukiman HS.
4. Bapak Sunarjo (Hasil Pemilihan Kepala Desa yang
Pertama)
5. Bapak Hasanudin
6. Bapak Budiono Hasil pemilihan Kepala Desa yang
Kedua
7. Bapak Ngatirin Pelaksana Tugas Kepala Desa
8. Bapak Ngadiyo Hasil Pemilihan Kepala Desa
yang Ketiga
9. Bapak Suyoto Hasil Pemilihan kepala desa yang ke
empat
Yang saat ini masih menjabat
Demikian sejarah singkat berdirinya Desa Sripendowo ini dibuat berdasarkan
cuplikan dari buku sejarah singkat Desa Sripendowo dan tidak lepas dari
bagian
sejarah desa Sribhawono Kecamatan Bandar Sribhawono