ABOUT US
SEJARAH DESA SRIBHAWONO
SEJARAH DESA SRIBHAWONO
1. Desa Sribhawono dibuka pada Hari Rabu Kliwon Tanggal 3 September tahun 1952 oleh 200 Kepala Keluarga Eks Pejuang Kemerdekaan Lampung Tengah melalui Biro Rekonstruksi Nasional (BRN) yang dipimpin oleh :
1.
Pelindung Camat Labuhan Maringgai Bapak ILYAS
waktu itu
2.
Ketua Umum Bapak Suro Winoto
3.
Ketua I Bapak Ruslim Mangku Projo
4.
Ketua II Bapak Dul Syayid
5.
Sekretaris Bapak Damiri
6.
Bendahara Bapak Sarman
7.
Perbekalan Bapak Diran
8. Keamanan Bapak Ibrahim
2. Dari 200 Kepala Keluarga yang telah membuka Hutan Belantara Membentuk suatu Organisasi yang bernama PRAJA singkatan dari Prajurit Kerja, untuk menciptakan Model Desa Tani yang mempunyai landasan “RUKUN-AMAN-TERATUR-MAKMUR dan ADIL”
3. Tidak kalah pentingnya di Tahun 1954 Desa yang baru mempersiapkan Desa Definitif, Sang Proklamator yaitu Beliau Bapak Mohammad Hatta Wakil Presiden RI pertama, Bapak Doktor Muhammad Isa Gubernur Sumatera Selatan, Bapak Gily Harun, SH Residen Lampung berkunjung di Desa Sribhawono dan berkenan :
1.
Bapak
Muhammad Hatta menanam Pohon Beringin yang letaknya di depan Masjid Agung Nurul
Falah.
2.
Bapak
Doktor Muhammad Isa menanam kepala Kerbau sebagai Tumbal Desa.
3. Bapak Gily Harun, SH mencangkul tanah yang sekarang menjadi Lapangan Merdeka Sribhawono di tengah-tengah pusat Desa.
4. Pada Tahun 1956 Desa Sribhawono diresmikan menjadi Desa Definitif dibawah Pemerintahan Kecamatan Labuhan Maringgai dengan diberi Nama : SRIBHAWONO SRI artinya Padi atau Pangan BHAWONO artinya Jagad/Hutan, dalam arti yang sebenarnya adalah Sribhawono berarti Lumbungnya Padi/Lumbung pangan.
Dengan batas-batas Desa sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan : Raja Basa Baru
- Sebelah Timur berbatasan dengan : Mataram Baru
- Sebelah Selatan berbatasan dengan : Desa Wana
- Sebelah Barat berbatasan dengan : Desa Bandar Agung / Kawasan Register
5. Pada setiap tanggal, 03 September Desa Sribhawono selalu diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat untuk mengenang sejarah berdirinya Desa, yang dirayakan dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan, sosial, Olah Raga dan keagamaan secara khidmat dan kegiatan Ziarah ke Makam para Perintis yang selalu menjadi Agenda tetap setiap tahun. Pada Tahun 1991 HUT Desa Sribhawono ke 39 Bapak Bupati Lampung Tengah Waktu itu berkenan membuka Pameran Pembangunan Tingkat Provinsi di Lapangan Merdeka Sribhawono.
6. Pada
Tahun 1969 Bapak Presiden Soeharto berkunjung ke Desa Sribhawono untuk
meresmikan Proyek PT. Mitsugoro
kerjasama antara MITSUY dari Negara Jepang dan KOSGORO dari Indonesia dan turut
dalam Rombongan adalah :
- Ibu Tien Soeharto
- Bapak Alamsyah Ratu Perwira Negara (Sekneg waktu
itu)
- Bapak M. Pangabean
- Bapak Jendral M. Sarbini
- Bapak Sri Sultan Hamengku Buwono IX
- Bapak Sri Paku Alam
- Bapak Jendral M. Isman
- Bapak Jendral Sudharto
- Bapak Martono (Mentrans saat itu)
Dan Para Petinggi Negara lainnya baik dari Pusat maupun Dari Tingkat I.
7.
Pada Tahun 1987 atas dasar musyawarah dan mufakat Keputusan Lembaga Musyawarah
Desa (LMD) Sribhawono dimekarkan menjadi :
- Sribhawono Utara menjadi Desa Srimenanti
- Sribhawono Selatan menjadi Desa Waringin Jaya
- Sribhawono Barat menjadi Desa Sripendowo
8. Pada Bulan Maret Tahun 1991 Desa Persiapan telah menjadi Desa Definitif sekaligus pelantikan Pejabat Kepala Desanya.
9. Desa Sribhawono Sekarang berbatasan dengan :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Srimenanti
- Sebelah Timur berbatasan dengan Mataram Baru dan
Labuhan Maringgai
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Waringin
Jaya dan Desa Wana
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Sripendowo
Kepala Desa Sribhawono yang pernah menjabat hasil Pemilihan di Desa Sribhawono adalah :
1. Bapak Ibrahim pada Tahun 1956 sampai dengan 1970
2. Bapak
Siswantoro pada Tahun 1971 sampai dengan 1977
3. Bapak
Muslim Noto Sudarmo pada Tahun 1998 (Menjabat dua Periode)
4. Bapak
Sujarwo pada Tahun 1999 sampai dengan 2018.
5. Bapak Buih Wisnu Prabowo pada Tahun 2018 sampai dengan sekarang.
Demikian Sejarah Singkat ini dibuat berdasarkan cuplikan dari Buku
Sejarah Desa Sribhawono, apabila terdapat kekeliruan dan kurang tepat maka akan
diadakan perbaikan kembali sebagaimana
mestinya.